Tuesday, May 5, 2009

Pohon Aras


Pohon Aras merupakan salah satu jenis pohon langka pada masa sekarang. Saat ini hanya tersisa satu rumpun kecil di utara Beirut, Libanon. Oleh karena itu pemerintah Libanon telah menetapkan pohon ini sebagai salah satu tanaman yang dilindungi. Pohon ini dapat mencapai tinggi 40 meter dengan diameter batangnya 2,5 meter. Kayu pohon yang bergetah harum ini amat keras dan tahan lama, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Setidaknya ada dua kata dalam Alkitab yang mengacu pada pohon ini, yaitu erez (Ibr.) dan kedros (Yun.). Tempat-tempat ibadah pada zaman Israel mula-mula menggunakan bahan kayu Aras sebagai bahan bangunannya. Alkitab mencatat bahwa Raja Salomo pernah memerintahkan penebangan ribuan pohon Aras untuk membangun Bait Allah dan istananya yang disebut “Rumah Hutan Libanon.”

Dari pohon ini, ada dua pelajaran rohani yang dapat kita ambil.

Pertama, kayu yang keras. Artinya, kita harus memiliki bangunan rohani yang kuat. Tidak mudah dipengaruhi oleh ajaran-ajaran yang menyesatkan. Bukan menjadi orang keras kepala yang tidak mau ditegur, atau keras hati yang menyebabkan kerohanian tidak dapat bertumbuh. Suatu bangunan rohani yang kuat harus dimulai dengan fondasi yang kuat juga. Tempat kita meletakkan fondasi bangunan rohani amat menentukan kekokohan bangunan saat menghadapi badai kehidupan (Mat. 7:24-27).

Kedua, getah yang harum. Ingatlah, Tuhan menginginkan agar kehidupan kita senantiasa member dampak yang positif. Dalam kaitan itulah Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang garam dan terang dunia (Mat. 5:13-16). Setiap orang percaya harus memiliki kehidupan yang memberi dampak luar biasa pada lingkungannya tanpa terkecuali. Seperti pohon Aras yang banyak dibutuhkan banyak orang, demikian pula hidup kita akan memberkati dan dibutuhkan banyak orang jika berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Yesus Kristus (Kol. 2:6-7).

Sumber: Renungan Pagi, Mei 2009

0 comments:

Post a Comment